5 Ketakutan Perempuan saat Berhubungan Seks
Admin6 Desember 2020
Lxgroup.me - Sebagian perempuan melihat hubungan seksual sebagai sesuatu yang menyenangkan. Tidak hanya hubungan yang penuh gairah hubungan intim juga dianggap meningkat dengan pasangan. Bagi kebanyakan wanita seks itu dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan dan sering diidentifikasi dengan rasa sakit.
Psikiater berdasarkan Mumbai India Anuneet Sabharwal menyediakan contoh-contoh dari beberapa kondisi yang berkaitan dengan ketakutan seks. Beberapa kondisi itu seperti genophobia atau coitophobia.
Ini genophobia adalah ketakutan akan penetrasi seksual. Dalam beberapa kasus banyak orang yang mengalami kondisi ini bisa takut terhadap semua aktivitas seksual.
Genophobia atau Sabharwal sebagian besar dialami oleh wanita setelah mendapatkan pengalaman seksual yang traumatis.
Tidak hanya Genophobia ada beberapa juga kekhawatiran lain yang dialami perempuan terkait dengan seks.
1. Tidak bisa orgasme
Orgasme adalah puncak kenikmatan hubungan intim. Namun tak semua perempuan bisa mencapai orgasme.
Sebuah studi pada 2013 yang dipublikasikan dalam Archives of Sexual Behavior menyebut, sekitar 75-90 persen perempuan tidak bisa orgasme secara konsisten selama berhubungan intim. Bahkan sekitar 5-10 persen wanita bukan orgasme sama sekali.
Peneliti menambahkan bahwa ada sejumlah faktor yang memicu kondisi orgasm gap ini. Beberapa faktor ini termasuk emosi yang tidak stabil dan hilangnya antusiasme saat sambil bercinta.
BACA JUGA : Agar Penumpang Betah, Sopir Taksi Ini Sediakan Hand Sanitizer hingga Snack
5 Ketakutan Perempuan saat Berhubungan Seks
Stres atau cemas dapat memperbesar Gap orgasme dengan pasangan kata ahli andrologi India yang bernama Vijay Kulkarni. Kondisi ini dapat diminimalkan dengan memperdalam hubungan interpersonal dengan pasangan dan menghilangkan ketegangan atau kecemasan. 2. Takut tidak bisa memuaskan pasangan Kecemasan di tempat tidur tidak hanya dialami oleh pria tetapi juga wanita. Faktor psikologis berperan dalam memunculkan kecemasan ini. Banyak wanita yang terutama mengalami genophobia atau coitophobia karena tidak dapat menyenangkan pasangan mereka. Jika mengalami kondisi ini Sabharwal menyarankan Anda untuk mengunjungi tenaga profesional seperti psikolog, seksolog dan terapis demi memahami penyebab kecemasan. 3. Timbul rasa sakit Kadang perempuan mengalami rasa sakit selama penetrasi. Rasa sakit ini terkait dengan kondisi kesehatan yang disebut vaginismus. Vaginismus terjadi ketika otot organ intim wanita berkontraksi secara spontan atau munculnya kram di otot pangkalan pada panggul. Wanita dengan vaginisme akan terasa terisolasi dan tidak bisa menikmati seks. Tidak ada penjelasan mengenai vaginismus tetapi penyebabnya termasuk ketakutan perempuan bahwa organ intim mereka terlalu kecil pengalaman seks pertama yang buruk keyakinan bahwa seks itu memalukan dan kondisi medis yang menimbulkan rasa sakit. 4. Dihakimi oleh pasangan Para ahli menyebut bahwa perempuan umumnya takut dihakimi pasangannya. Padmini Dutta Sharma penulis tentang pernikahan hubungan dan seksualitas mengatakan ketakutan akan dinilai membuat wanita tidak dapat mengekspresikan diri sepenuhnya. Misalnya wanita sebenarnya memiliki fantasi seksual atau memiliki keinginan untuk mencoba posisi seks tertentu tetapi dia takut dianggap terlalu liar atau aneh oleh pasangan jika melakukannya. 5. Tubuh kurang indah Itu bermasalah dalam pikiran Rina Paul yang bukan nama asli sebelum bercinta dengan pasangannya. Namun, hal ini tak hanya dialami Rina. Sebagian perempuan merasa tak percaya diri atas tubuhnya. Sabharwal melihat isu ini jadi faktor terbesar genophobia atau coitophobia.BACA JUGA : AGEN TOGEL ONLINE AMAN TERPERCAYA