LX GROUP TOGEL 2026

Bacaan Buku Anies Baswedan

Admin23 November 2020
[caption id="attachment_3693" align="aligncenter" width="502"]Bacaan Buku Anies Baswedan Bacaan Buku Anies Baswedan[/caption] LXGROUP.ME - Bacaan buku Anies Baswedan menjadi perhatian netizen setelah dirinya mengupload foto pada akun sosmed pribadinya. Pada foto itu terlihat Gubernur DKI Jakarta Anies sedang membaca sebuah buku. Entah dilakukan dengan sengaja atau tidak, dalam foto itu terlihat sekali dirinya memperlihatkan judul buku yang sedang dibacanya. Buku yang sedang dibacanya itu berjudul How Democracies Die hasil karangan 2 profesor dari Universitas Harvard. Buku ini membahas ciri-ciri sebuah demokarsi mengalami krisis dan akhirnya hilang dalam suatu pemerintahan. Baca Juga: Pertamina Bangun SPBU Baru

Bacaan buku Anies Baswedan ini seakan-akan sedang menyindir keadaan politik di negeri ini.

Bagi kalian yang tidak mengetahui inti isi dari buku yang dibaca oleh Gubernur DKI Jakarta saat ini, kita akan membahas sedikit. Buku ini ditulis oleh 2 profesor dari Universitas Harvard yaitu Levitsky dan Ziblatt. Kedua profesor ini menghabiskan waktu sekitar 20 tahun untuk mempelajari apa itu demokrasi. Dan hasil dari penelitian itu mereka tuangkan ke dalam sebuah buku yang berjudul How Democracies Die yang diterbitkan oleh Crown Publishing Group pada 16 Januari 2018 lalu. Levitsky dan Ziblat membahas faktor-faktor apa saja yang menyebakan demokrasi mati pada suatu pemerintahan negara. Hal ini karena keduanya perkembangan sistem pemerinahan demokrasi yang berada pada negara-negara Eropa dan Amerika Latin. Dalam buku ini pun mereka memberitahukan tanda-tanda bahwa demokrasi menuju kematian. Mereka menuliskan beberapa tanda bahwa demokrasi akan mati tidak dengan cara seperti dahulu. Kalau cara dahulu adalah dengan kekuatan militer yang biasa kita sebut dengan kudeta. Atau dengan adanya gerakan massa yang menuntut berakhirnya suatu pemerintahan yang biasa disebut dengan Revolusi. Pada saat ini demokrasi akan mati secara perlahan tapi pasti ditandai dengan sudah tidak adanya kebebasan dalam bersuara atau mengemukakan pendapat. BANDAR JUDI TOGEL ONLINE HADIAH TERTINGGI SE-INDONESIA : KLIK DISINI Tidak lupa juga mereka menuliskan bagaimana untuk mengatasi krisis tersebut. Mereka menyebutkan, untuk mempertahankan demokrasi pada seuatu pemerintahan diperlukannya politisi yang mendukung sistem ini. Para politisi ini juga membutuhkan bantuan dari organisasi yang memang menentang pemerintahan yang otoriter. Antara politisi dan organisasi masa ini harus sepaham dalam hal ingin menstabilitaskan dan memelihara sistem demokarasi yang sudah ada.