LX GROUP TOGEL 2026

Indonesia Mengecam Singapura Menyembunyikan Informasi

Admin23 November 2020
  [caption id="attachment_3684" align="aligncenter" width="1025"]Indonesia Mengecam Singapura Indonesia mengecam Singapura[/caption] Lxgroup.me - Indonesia mengecam Singapura karena menyembunyikan informasi tentang warga negara yang dirawat karena COVID-19. Pemerintah Indonesia telah mengeluhkan bahwa Singapura bersikeras menahan informasi pribadi beberapa WNI yang diyakini menunjukkan gejala COVID-19 di Jakarta dan dinyatakan positif virus mematikan di negara kota itu.
Pihaknya menghadapi kesulitan dalam melacak dan mengisolasi orang yang mungkin pernah dirawat di rumah sakit Singapura.
Kami sudah menanyakan identitas warga negara Indonesia dari Singapura. Mereka tidak memberi kami nama. Bagaimana cara kita melakukan tracing di Indonesia? Singapura bersikeras tidak mengungkapkan identitas mereka, kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, kepada wartawan pada Kamis malam. Baca Juga : Pilot Singapura Melakukan Pendaratan Darurat Setidaknya lima warga negara Indonesia dinyatakan positif COVID-19 di Singapura dan sedang dirawat di rumah sakit setempat. Seorang pria Indonesia berusia 64 tahun yang dikenal sebagai Kasus 147 tiba di Singapura pada 7 Maret hanya untuk dinyatakan positif mengidap penyakit tersebut keesokan harinya. Dia melaporkan timbulnya gejala pada 3 Maret saat berada di Indonesia. Dia mengalami demam saat tiba di Bandara Seletar, dan menjalani tes usap COVID-19 di pos pemeriksaan. Hasil tes selanjutnya mengonfirmasi infeksi COVID-19 pada pagi hari 8 Maret, kata Kementerian Kesehatan Singapura. Pada hari Senin, Singapura melaporkan dua kasus lagi yang diimpor dari Indonesia seorang laki-laki berusia 65 tahun berkewarganegaraan Indonesia, diidentifikasi sebagai Kasus 152, dan seorang warga negara Singapura berusia 65 tahun, diidentifikasi sebagai Kasus 153, yang baru saja mengunjungi saudara perempuannya yang menderita pneumonia di Indonesia. Kasus 152 melaporkan timbulnya gejala pada 28 Februari ketika dia berada di Indonesia dan telah mencari perawatan di sebuah rumah sakit di Jakarta pada 2 Maret. Dia pergi ke [Rumah Sakit Umum Singapura pada 7 Maret, kata kementerian itu. Kasus 153 kemungkinan merupakan kasus impor yang melibatkan seorang wanita warga negara Singapura berusia 65 tahun yang telah berada di Indonesia dari 25 hingga 28 Februari. Dia melaporkan bahwa selama berada di Indonesia, dia mengunjungi saudara perempuannya yang menderita pneumonia. Bahkan setelah ketiga kasus tersebut menjadi berita utama media, pihak berwenang Singapura melaporkan setidaknya tiga kasus impor lagi dari Indonesia, salah satunya adalah anggota keluarga dari Kasus 152.
Kasus 170 adalah seorang wanita Indonesia berusia 56 tahun yang tiba di Singapura pada 9 Maret dan dinyatakan positif COVID-19 pada 10 Maret.
Dia telah melaporkan gejala awal pada 6 Maret di Indonesia sebelum keberangkatannya. Perempuan yang terkait dengan Kasus 152 itu sejak itu dimasukkan ke dalam isolasi di Singapore General Hospital. Kepergiannya dari Indonesia menunjukkan bahwa pemerintah tidak melakukan apa pun untuk melacak mereka yang mungkin pernah berhubungan dengan Kasus 152. Kasus 181 seorang pria Indonesia 83 tahun dan Kasus 182 seorang wanita Indonesia berusia 76 tahun. keduanya tiba di Singapura pada tanggal 9 Maret dan keduanya dipastikan telah terinfeksi virus corona baru pada 12 Maret. Mereka adalah anggota keluarga yang sama dan sejak itu telah telah diobservasi di Rumah Sakit Gleneagles. Kritikus mengatakan fakta bahwa Indonesia telah mengekspor kasus menunjukkan bahwa pemerintah daerah masih gagal mendeteksi kasus. dan menimbulkan kekhawatiran bahwa jumlah kasus yang dikonfirmasi di negara tersebut bisa jauh lebih tinggi dari yang telah dilaporkan. Ini mungkin juga mencerminkan kepercayaan publik yang rendah terhadap sistem perawatan kesehatan negara. Baca Juga : Agen Togel Online Terpercaya