Mahasiswa Politeknik AD Berhasil Temukan Ban Anti Kempes dan Peluru
Admin4 Desember 2020
Lxgroup.me - Politeknik TNI AD akan memberikan persyaratan bagi mahasiswa di tingkat akhir yang ingin mendapatkan gelar Sarjana Sains Terapan. Salah satunya menciptakan pekerjaan untuk mendukung penugasan operasi militer perang.
Seperti yang dilakukan oleh Letnan Dua Farid Hendro Wibowo dan kawan-kawan. Mereka menciptakan ban mobil anti kempes.
Farid mengaku bahwa mengadopsi ban tanpa udara yang digunakan dalam mobil Angkatan Darat Amerika.
Jika model kami mengambil contoh dari luar memang dari ban Michelin. Jika desain ukuran distribusi daya dan sebagainya adalah dari kami sendiri. Istilahnya idenya dari luar tapi kalau bahan dari sini katanya di Poltekad Malang Pada Kamis 3/11/2020.
BACA JUGA : Para Eksekutif dan Ahli Ekonomi Las Vegas Semakin Optimis pada Pemulihan Cepat
Mahasiswa Politeknik AD Berhasil Temukan Ban Anti Kempes dan Peluru
Sejak tahun 2017 Farid mencari tahu material untuk memproduksi ban tersebut. Dia pun tidak segan berkonsultasi bersama para pakar atau praktisi-praktisi di Malang. Hingga akhirnya menemukan tiga komponen penting yaitu velg dari baja campuran jari-jari yang menggunakan polyurethane dan bagian tapak menggunakan natural rubber serta serat nylon. Kami meneliti memang dari nol, kami mencampur beberapa bahan baku. Kita uji lagi kalau tidak kuat maka kita teliti kembali. Sampai ketemu komposisi yang sangat pas. Dia mengatakan bahwa hasil uji coba terakhir ban anti kempes sanggup menopang beban hingga 3 ton. Juga diklaim sebagai anti peluru dengan kaliber 5,56 mm dari jarak 100 m dan dapat digunakan dengan kecepatan 20/80 km per jam. Namun, ia mengakui bahwa ban anti kempes masih dikembangkan lebih lanjut lagi. Jika sekarang tidak terlalu nyaman, inilah yang kita dan akan dikembangkan dalam penelitian lebih lanjut. Ke depannya kami akan fokuskan soal masalah kenyamanan itu. Fokus yang dilakukan agar ban bisa jalan di aspal atau jalan biasa apalagi dengan kecepatan tinggi kan butuh kenyamanan. Colonel Arm Anang Krisna, Media Online Dispenad menjelaskan, rencana ban anti kempes digunakan dalam beberapa kendaraan militer. Namun, tak menutup kemungkinan diproduksi secara masal. Mengingat karya direspon positif oleh masyarakat luas. Pada tahun 2022 akan kami kembangkan untuk ajukan peningkatan biaya penelitian berikutnya. Fokusnya di kenyamanan dan optimasi desainnya. Itu terjadi dari evaluasi uji coba terakhir sehingga warga sipil menggunakan mobil bisa di manfaatkan.Baca juga : Info seputar bola dunia