Pemprov DKI Sebut Ada Pelandaian Kasus Positif Covid-19 di Jakarta
Admin25 Oktober 2020
[caption id="" align="aligncenter" width="640"]
Pelandaian Kasus Positif Covid-19[/caption]
Lxgroup.me - Warga mengikuti tes usap (swab test) COVID-19 dalam rangka Pelandaian Kasus Positif Covid-19. Di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Senin (19/10/2020). Pemprov DKI dan DPRD DKI Jakarta berencana mengatur sanksi denda Rp 5juta bagi warga yang menolak rapid test.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, ada pelandaian kasus positif Covid-19 di Jakarta selama dua pekan terakhir ini.
Jika melihat dari pergerakan situasi Covid-19 di DKI Jakarta dalam dua minggu terakhir, penularan relatif melandai.
BACA JUGA : Dj Seksi Dinar Candy Enggan Kenakan Bra
Hal ini dapat dilihat kasus positif Covid pesentase-19 pekan lalu, adalah pada 9,9% dengan rasio 5,8 per 1.000 penduduk.
Anies juga menyebutkan, tempat tidur isolasi hunian rata-rata selama dua minggu terakhir dapat menurunkan.
"Rata-rata hunian tempat tidur di dua minggu terakhir isolasi cenderung menurun. Sebesar 64% pada tanggal 12 Oktober 2020-59% 24 Oktober 2020," katanya.
Selain itu, tempat tidur hunian perawatan intensif juga relatif menurun dari 68% 12 Oktober 2020-62% 24 Okt 2020. Setelah itu, indikator kontrol Covid-19 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat yang telah menurun selama pekan lalu, dari skor 60 (18 Oktober 2020) telah ditingkatkan untuk skor 64 (24 Oktober 2020).
'Nilai reproduksi yang efektif yang juga merupakan indikasi apakah atau tidak transmisi dalam skor 1,05 (24 Oktober 2020), dibandingkan dengan skor 1,06 12 Oktober 2020, "katanya.
Pelandaian Kasus Positif Covid-19[/caption]
Lxgroup.me - Warga mengikuti tes usap (swab test) COVID-19 dalam rangka Pelandaian Kasus Positif Covid-19. Di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Senin (19/10/2020). Pemprov DKI dan DPRD DKI Jakarta berencana mengatur sanksi denda Rp 5juta bagi warga yang menolak rapid test.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, ada pelandaian kasus positif Covid-19 di Jakarta selama dua pekan terakhir ini.
Jika melihat dari pergerakan situasi Covid-19 di DKI Jakarta dalam dua minggu terakhir, penularan relatif melandai.
BACA JUGA : Dj Seksi Dinar Candy Enggan Kenakan Bra
Hal ini dapat dilihat kasus positif Covid pesentase-19 pekan lalu, adalah pada 9,9% dengan rasio 5,8 per 1.000 penduduk.
Anies juga menyebutkan, tempat tidur isolasi hunian rata-rata selama dua minggu terakhir dapat menurunkan.
"Rata-rata hunian tempat tidur di dua minggu terakhir isolasi cenderung menurun. Sebesar 64% pada tanggal 12 Oktober 2020-59% 24 Oktober 2020," katanya.
Selain itu, tempat tidur hunian perawatan intensif juga relatif menurun dari 68% 12 Oktober 2020-62% 24 Okt 2020. Setelah itu, indikator kontrol Covid-19 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat yang telah menurun selama pekan lalu, dari skor 60 (18 Oktober 2020) telah ditingkatkan untuk skor 64 (24 Oktober 2020).
'Nilai reproduksi yang efektif yang juga merupakan indikasi apakah atau tidak transmisi dalam skor 1,05 (24 Oktober 2020), dibandingkan dengan skor 1,06 12 Oktober 2020, "katanya.