LX GROUP TOGEL 2026

Teroris Di Sulawesi Tengah Ali Kalora

Admin30 November 2020
[caption id="attachment_4280" align="aligncenter" width="700"]Teroris Di Sulawesi Tengah Ali Kalora Teroris Di Sulawesi Tengah Ali Kalora[/caption] Lxgroup.me - Teroris Di Sulawesi Tengah Ali Kalora. Ali dan komplotannya kini diburu negara. Ali Kalora adalah sejumlah komplotan teroris yang berada di balik pembunuhan di Sigi. Ketauhilah jejak sadis orang sadis ini. Ali Kalora memimpin komplotan teroris yang menyebut dirinya Mujahidin Indonesia Timur (MIT), beroperasi di wilayah Sulawesi Tengah.

Profil Ali Kalora

  Sosoknya cukup misterius, dari penelusuran belum ada sumber terpercaya yang menyantumkan tanggal lahir pria ini. Namun yang jelas, dia lahir di Kalora. Nama: Ali Ahmad Nama alias: Ali Ahmad Kalora alias Ali Kalora Tempat tanggal lahir: Desa Kalora Poso Pesisir Utara, Poso, Sulawesi Tengah Kewarganegaraan: Indonesia Alamat: Sulawesi Tengah Nama Kalora ternyata diambilkan dari salah satu nama desa tempat dia lahir. Nama aslinya adalah Ali Ahmad sudah menjadi buronan (DPO) sejak 27 Desember 2012. Namanya sebagai pemimpin komplotan MIT mencuat lantaran pemimpin sebelumnya, yakni Santoso alias Abu Wardah, tewas ditembak aparat

Istri

  Ali Kalora punya istri bernama Tini Susanti Kaduku alias Umi Fadel/Umi Farel. Dia selalu menemani Ali Kalora di pedalaman hutan Sulawesi Tengah. Sebagaimana telah diberitakan com, Tini ditangkap Satgas Tinombala dalam kondisi hamil delapan bulan, di Poso, pada 11 Oktober 2016. Polisi mengatakan, tak ada kekerasan atau perlawanan saat dia ditangkap. Baca Juga : Asal Usul Jalan Tol Trans Sumatera Lampung - Aceh Penerus Santoso, sempat diremehkan Sebelumnya, MIT dipimpin oleh Santoso. Sebagaimana diberitakan com, Santoso tewas pada 18 Juli 2016. Dia ditembak anggota Satgas Tinombala dari unsur Batalyon Infanteri 515 Kostrad, Jember. Usai tewasnya Santoso, masih ada sosok Basri bin Baco Sampe alias Bagong yang menjadi tangan kanan Santoso. Basri bisa menjadi penerus Santoso. Beruntung, Satgas Tinombala berhasil menangkapnya hidup-hidup, di Sektor Satu, Poso, Pesisir Selatan, 14 September 2016. Maka sejak saat itu, Ali Kalora menjadi pemimpin MIT.
Ali  sempat dianggap enteng oleh kepolisian.
Kalora jauh di bawah kelasnya Santoso dan Basri, kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di PTIK, Jl Tirtayasa, Jakarta, 14 September 2016 silam. Pada akhir 2018, komplotannya memutilasi penambang emas. Peristiwa terjadi di Desa Salubanga, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kepala korban ditemukan sudah terpisah dari tubuh lainnya pada 30 Desember 2018. Sehari berselang, polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Usai melakukan olah TKP, Personel Polda Sulawesi Tengah bernama Bripka Andrew dan Bripda Baso ditembak oleh kompoltan Ali Kalora. Dua polisi itu terluka namun tetap selamat. Pada 27 November 2020, Ali Kalora memimpin gerombolan MIT melakukan pembunuhan di Dusun Lewonu, Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Ali Kalora Cs membunuh empat orang dengan sadis, yakni menggorok leher. Ada pula yang dibakar. Satu bangunan dibakar. Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Abdul Rakhman Baso menyebut bangunan yang dibakar bukanlah gereja namun rumah yang biasa dijadikan tempat pelayanan umat. Jejak sadisnya bisa diperpanjang sampai ke belakang, saat Santoso masih hidup dan memimpin MIT. Berikut adalah catatan yang dikutip dari buku 'Ancaman Virus Terorisme: Jejak Teror di Dunia dan Indonesia' karya Marsda TNI (Pur) Prayitno Ramelan. MIT mendapat perhatian internasional setelah mereka membunuh dua polisi pada 16 Oktober 2012. Polisi itu adalah Briptu Andi Sapa dan Brigadir Sudirman, tewas di Dusun Tamanjeka, Desa Masani. 20 Desember 2012, tiga anggota Polri tewas setelah ditembak dari belakang saat patroli di Desa Kalora, desa tempat Ali Kalora lahir. Briptu Ruslan, Briptu Winarto, dan Briptu Wayan Putu Ariawan tewas karena luka tembak yang parah, termasuk di kepala dan dada. Pada 2015, kelompok MIT membunuh tiga warga di Desa Tangkura. Mereka tewas mengenaskan dengan luka tembak. Korban atas nama Dolfi Moudi Alipa (22), Aditya Tetembu (58), dan Hery Tobio. Baca Juga : Agen Togel Terpercaya Indonesia