Teroris Di Sulawesi Tengah Ali Kalora
Admin30 November 2020
[caption id="attachment_4280" align="aligncenter" width="700"]
Teroris Di Sulawesi Tengah Ali Kalora[/caption]
Lxgroup.me - Teroris Di Sulawesi Tengah Ali Kalora. Ali dan komplotannya kini diburu negara.
Ali Kalora adalah sejumlah komplotan teroris yang berada di balik pembunuhan di Sigi.
Ketauhilah jejak sadis orang sadis ini.
Ali Kalora memimpin komplotan teroris yang menyebut dirinya Mujahidin Indonesia Timur (MIT), beroperasi di wilayah Sulawesi Tengah.
Sosoknya cukup misterius, dari penelusuran belum ada sumber terpercaya yang menyantumkan tanggal lahir pria ini. Namun yang jelas, dia lahir di Kalora.
Nama: Ali Ahmad
Nama alias: Ali Ahmad Kalora alias Ali Kalora
Tempat tanggal lahir: Desa Kalora Poso Pesisir Utara, Poso, Sulawesi Tengah
Kewarganegaraan: Indonesia
Alamat: Sulawesi Tengah
Nama Kalora ternyata diambilkan dari salah satu nama desa tempat dia lahir. Nama aslinya adalah Ali Ahmad sudah menjadi buronan (DPO) sejak 27 Desember 2012.
Namanya sebagai pemimpin komplotan MIT mencuat lantaran pemimpin sebelumnya, yakni Santoso alias Abu Wardah, tewas ditembak aparat
Ali Kalora punya istri bernama Tini Susanti Kaduku alias Umi Fadel/Umi Farel. Dia selalu menemani Ali Kalora di pedalaman hutan Sulawesi Tengah.
Sebagaimana telah diberitakan com, Tini ditangkap Satgas Tinombala dalam kondisi hamil delapan bulan, di Poso, pada 11 Oktober 2016.
Polisi mengatakan, tak ada kekerasan atau perlawanan saat dia ditangkap.
Baca Juga : Asal Usul Jalan Tol Trans Sumatera Lampung - Aceh
Penerus Santoso, sempat diremehkan
Sebelumnya, MIT dipimpin oleh Santoso. Sebagaimana diberitakan com, Santoso tewas pada 18 Juli 2016.
Dia ditembak anggota Satgas Tinombala dari unsur Batalyon Infanteri 515 Kostrad, Jember.
Usai tewasnya Santoso, masih ada sosok Basri bin Baco Sampe alias Bagong yang menjadi tangan kanan Santoso.
Basri bisa menjadi penerus Santoso. Beruntung, Satgas Tinombala berhasil menangkapnya hidup-hidup,
di Sektor Satu, Poso, Pesisir Selatan, 14 September 2016.
Maka sejak saat itu, Ali Kalora menjadi pemimpin MIT.
Teroris Di Sulawesi Tengah Ali Kalora[/caption]
Lxgroup.me - Teroris Di Sulawesi Tengah Ali Kalora. Ali dan komplotannya kini diburu negara.
Ali Kalora adalah sejumlah komplotan teroris yang berada di balik pembunuhan di Sigi.
Ketauhilah jejak sadis orang sadis ini.
Ali Kalora memimpin komplotan teroris yang menyebut dirinya Mujahidin Indonesia Timur (MIT), beroperasi di wilayah Sulawesi Tengah.
Profil Ali Kalora
Sosoknya cukup misterius, dari penelusuran belum ada sumber terpercaya yang menyantumkan tanggal lahir pria ini. Namun yang jelas, dia lahir di Kalora.
Nama: Ali Ahmad
Nama alias: Ali Ahmad Kalora alias Ali Kalora
Tempat tanggal lahir: Desa Kalora Poso Pesisir Utara, Poso, Sulawesi Tengah
Kewarganegaraan: Indonesia
Alamat: Sulawesi Tengah
Nama Kalora ternyata diambilkan dari salah satu nama desa tempat dia lahir. Nama aslinya adalah Ali Ahmad sudah menjadi buronan (DPO) sejak 27 Desember 2012.
Namanya sebagai pemimpin komplotan MIT mencuat lantaran pemimpin sebelumnya, yakni Santoso alias Abu Wardah, tewas ditembak aparat
Istri
Ali Kalora punya istri bernama Tini Susanti Kaduku alias Umi Fadel/Umi Farel. Dia selalu menemani Ali Kalora di pedalaman hutan Sulawesi Tengah.
Sebagaimana telah diberitakan com, Tini ditangkap Satgas Tinombala dalam kondisi hamil delapan bulan, di Poso, pada 11 Oktober 2016.
Polisi mengatakan, tak ada kekerasan atau perlawanan saat dia ditangkap.
Baca Juga : Asal Usul Jalan Tol Trans Sumatera Lampung - Aceh
Penerus Santoso, sempat diremehkan
Sebelumnya, MIT dipimpin oleh Santoso. Sebagaimana diberitakan com, Santoso tewas pada 18 Juli 2016.
Dia ditembak anggota Satgas Tinombala dari unsur Batalyon Infanteri 515 Kostrad, Jember.
Usai tewasnya Santoso, masih ada sosok Basri bin Baco Sampe alias Bagong yang menjadi tangan kanan Santoso.
Basri bisa menjadi penerus Santoso. Beruntung, Satgas Tinombala berhasil menangkapnya hidup-hidup,
di Sektor Satu, Poso, Pesisir Selatan, 14 September 2016.
Maka sejak saat itu, Ali Kalora menjadi pemimpin MIT.